Loading
Nagitec

Mengenal Colocation dan Manfaatnya

image title

Di dunia teknologi informasi (TI) sering dikenal istilah-istilah data center, server, cloud computing, hosting, dan colocation. Istilah tersebut umumnya sudah cukup familiar terdengar. Tetapi, mungkin belum semua familiar dengan istilah “colocation”.

Apa itu colocation (collocation)? Sebagai gambaran awal, colocation ini berkaitan erat dengan server, rack, data center, internet, serta sistem cloud computing. Ini berkaitan pula dengan Infrastructure as a Servive (IaaS)–bentuk layanan dari third party berupa ‘persewaan’ infrastruktur TI, namun terbatas pada hal-hal tertentu, seperti storage, memory, nerwork, RAM, bandwidth, serta konfigurasi lainnya.

Jadi, colocation merupakan solusi layanan data center yang menawarkan space untuk rak perangkat TI (server) perusahaan di ruang tersendiri (dedicated colocation) maupun di ruang berbagi (share colocation), yang didukung oleh infrastruktur yang memadai seperti sistem listrik, pendingin, dan keamanan.

Penyedia layanan colocation bertanggungjawab terhadap pemantauan dan pemeliharaan infrastruktur data center. Jadi, colocation adalah menggunakan jasa layanan pihak ketiga (third party) untuk mengurus semua sistem serta perawatan hardware server, dan terkoneksi dengan jaringan distribusi atau bandwidth yang tersedia.

Colocation ini memiliki beberapa jenis model penyimpanan, mulai dari Per U, Half Rack, serta Full Rack. Sedangkan model penyimpanan server-nya ada dua, yaitu dalam rack maupun kabinet. Pemilihan model rack ini biasanya juga disesuaikan dengan kebutuhan user penyewa. Ada yang kebutuhannya menggunakan rack sudah cukup, namun untuk keamanan yang lebih terjaga, banyak user yang lebih menyukai model penyimpanan dalam kabinet. Sedangkan user yang memiliki banyak perangkat server yang harus disimpan, tentu lebih baik menggunakan layanan jenis full rack. Begitu juga dengan user yang hanya memiliki kebutuhan sedikit server, tentu lebih baik menggunakan Per U agar lebih efisien dan sesuai bajet.

Layanan colocation biasanya dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai bidang, yang membutuhkan layanan dan pengelolaan data dalam jumlah yang besar. Misalnya perbankan, e-commerce, telekomunikasi, hosting, dan lain-lain.

Pilihan untuk menggunakan colocation data center merupakan kombinasi konteks biaya, kehandalan operasional dan keamanan. Mempercayakan server pada colocation data center pihak ketiga dinilai lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan mengelola server dan data center sendiri.  Mengapa?

Pertama, lebih hemat bajet. Membangun colocation dan data center sendiri tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga menyewa jasa layanan colocation adalah langkah yang sangat tepat agar lebih menghemat biaya. Colocation data center bisa berdampak pada pengurangan pengeluaran untuk operasional dan membuat fokus tim TI internal lebih banyak pada bisnis inti yang akan menolong pertumbuhan bisnis.

Kedua, efisien. Ketika memilih layanan colocation, tentu semua hal terkait data center seperti pemeliharaan dan maintenance tidak perlu dilakukan sendiri. Jadi perusahaan bisa fokus mengurus hal-hal lainnya, lebih hemat waktu. Ketiga, memiliki tingkat keamanan data center yang tidak perlu diragukan. Ketika Anda memilih colocation, maka semua hal akan terjamin keamanannya. Mulai dari kemungkinan bencana alam, listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya.

Keempat, memiliki teknologi dan sistem yang terstruktur. Teknologi yang digunakan ketika memilih colocation tentu adalah teknologi terbaru yang akan selalu diperbarui, termasuk anti-virus. Jadi tidak perlu cemas dan khawatir lagi tentang upgrade system. Kelima, layanan server selama 24/7. Server akan berjalan dengan sendirinya, tidak perlu ditunggu selama 24 jam. Sistem yang ada pada data center akan menginformasikan jika ada kejanggalan dalam sistem sehingga kendala dapat segera diatasi.

Namun jika perusahaan Anda memiliki tim TI yang profesional dan ready selama 24/7 dalam controlling dan monitoring data center, maka Anda tidak perlu menggunakan layanan colocation.

Saat ini, di Indonesia telah banyak perusahaan TI yang menyediakan layanan colocation. Namun Anda harus memperhatikan keamanan dari data center tersebut: Apakah sudah memenuhi semua kriteria standar data center yang aman dari bencana, siap support selama 24/7, dan layanan-layanan penting lainnya. Inilah pentingnya memilih penyedia layanan TI yang benar-benar trusted dan reliable. (*dari berbagai sumber)